Sore itu (23/04) langit terlihat mendung sesekali rintik hujan menemani team survey yang sibuk menyiapkan keberangkatannya ke Sumenep Madura. Jam 16.00 team survey masih sibuk mencari kekurangan helm, muka ruwet dan ditekuk mulai terlihat karna waktu keberangkatan tak sesuai jadwal. Akhirnya jam 16.30 Doa dipanjatkan sebelum team survey berangkat membawa amanah dari panitia hunting besar sumenep.
Team survey berangkat dengan ditemani mendung yang bergelayut manja sore itu, perjalanan pun terasa semakin terburu-buru karna jarak yang masih jauh dan waktu yang semakin malam. Belum sampai setengah jam perjalanan Musawwir- salah satu team survey distop oleh polisi.” Mas, parkir sini mas” Ternyata cowok asli Madura yang biasa dipanggil Musa itu berhenti ditapal batas penyebrang ketika dilampu merah. Setelah melalui nego yang cukup rumit akhirnya Musa diijinkan melanjutkan perjalanan tapi sebagai gantinya uang senilai Rp. 30.000 melayang ketangan polisi yang menginginkan Musa menghadiri persidangan ( kayaknya bener nih apa yang mas alung bilang, ” Kayak ilmunya polisi ituloh, Kalo Bisa dipersulit ngapain dipermudah?” )
Perjalanan team survery diwarnai dengan guyuran hujan yang mengiringi dan beberapa kali nyasar ( Kalo pembelaan dari team survey sih katanya kalo ga nyasar dulu ga bakalan hafal jalannya, bener ga ya? Hehehe). Sampai dipertigaan Krian Surabaya, Fanny Haidir Rahman melajukan sepedanya kearah kiri sedangkan team survey yang lain kearah kanan jadilah team survey menunggu pria yang biasa dipanggil Alung itu yang ternyata nyasar. Beberapa menit kemudian Alung datang dengan wajah innosent dan senyum yang dibuat semanis mungkin.” Maaf sodara, q lagi error”. Lepas dari nyasarnya Alung ( hehehe ) Team survey melanjutkan perjalanan lagi. Jalan yang diambil adalah luruuuus tanpa belok-belokan, Tak berapa lama kemudian semua team survey menghentikan laju sepedanya. ” Eh mas, ko kita masuk perkampungan?”tanya rubi pada Alung. Kemudian Maya panggilan akrab dari Sumayyah angkat bicara. ” Perasaan dipertigaan depan tadi kalo ke Perak belok kanan” Ungkapnya sambil meringis karna setelah omongannya selesai Rubi langsung ngomel ”ko g ngomong dari tadi kalo tau”.
Team survey tetap kebingungan mencari jalan menuju perak meskipun telah keluar dari perkampungan dan mengikuti jalan yang ditunjuk oleh Maya ( Maklumlah jalan di Surabaya, terlalu banyak gang dan belokan ). Kalau sudah gini 5W + 1H sangat terasa manfaatnya, setalah beberapa kali tanya akhirnya team survey sampai juga dijalan kearah Jembatan Suramadu. Tapi di lampu merah perempatan Suramadu dan Kenjeran, Rubi mengambil jalan lurus ke Kenjeran ( Kayaknya emang dasarnya perjalanan team survey kali ini diakrabkan dengan orang2 yang kesasar). Jadilah Juwita Wahyu Ratnawati, pemegang kekuasaan tertinggi di kepengurusan HMJF ini mengomeli Rubi melalui telfon genggamnya.
Hubungan team survey dengan kesasar atau hilang arah rupanya tidak terputus sampai disitu, Sekarang giliran Maya yang ribet dengan jalan. Jalan lurus yang seharusnya ditempuh tiba-tiba dipotong oleh Maya, dia memilih jalan kearah kiri sontak team survey yang lain shok bin kaget karna yang tadinya jalan mulus beraspal tiba-tiba beralih ke jalan batu berlubang. Maya langsung menyuruh Musa berhenti dan balik arah.
Musa mulai nyeletuk ”kan dah kubilang tadi,disini bukan taspen. Taspennya masih jauh didepan”. Hehehe,,, Sorry sodara, q agak error. Maklum pengaruh malam. Ucapnya sambil nyengir kuda.
Bening matamu pancarkan kesedihan
Tak pernah terlihat selama ini.
Senyum pedihmu lukiskan......
Hidupku Hidupmu dari Zigas teralun merdu dari hpx Maya. ” ya, bentar lagi kita nyampe ko. Ni masih di Bangkalan” Ucapnya menjawab omelannya orang rumah, maklumlah waktu sudah berdentamg di anggka 11.00 tapi Maya dan team survey belum nyampe rumah. Imbas dari telfon itu ternyata bukan hanya bikin Maya tambah melek tapi juga bikin dia nunjuk jalan sembarangan. Jadilah team survey menerobos jalan searah. Karna itulah direktur yang biada dipanggil omen itu menunjukkan taringnya.
Hujan yang mengiringi team survey mulai dari Malang belum juga reda, malah semakin deras. Setelah melewati jalan yang sepi dan gelap selama sejam, akhirnya team survey sampai dirumahnya Maya.
Jam menunjukkan angka 12.08 ketika team survey menginjakkan kaki dihalaman rumahnya Maya. Lelah sudah sangat terasa, jadilah team survey langsung menyantap makanan yang disediakan oleh tuan rumah setelah ganti baju terlebih dahulu.
Perjalanan Team survey dihari kedua dimulai dari Maya’s house menuju Sumenep. Terik matahari semakin menyengat, team survey melajukan sepedanya dengan perlahan karna jalan yang sempit dan tidak rata. Tapi rasa lelah dan penat seperti terbayar karna disepanjang perjalanan team survey disuguhi pemandangan pantai yang sangat indah. Setelah melakukan 4 jam perjalanan akhirnya team survey sampai ditempat tujuan yaitu rumah dari salah satu anggota HMJF_Yudi anshori yang biasa dipanggil Yudi.
Kedatangan team survey disambut dengan guyuran hujan yang sangat deras, jadilah team survey tidur dengan suksesnya. Sore harinya barulah team survey berpetualang ke Asta Tinggi. Perjalanan pulang dari Asta tinggi, alam menyajikan sunset yang sangat indah kepada team survey. Jadilah selama penyebrangan itu team survey bernarsis-narsis ria (Emang pada dasarnya aja narsis). Petualangan dilanjutkan ke Mesjid Agung Sumenep, suasana syahdu menyelimuti mesjid yang dibangun oleh salah satu bupati sumenep tersebut. Pilar-pilar mesjid berdiri dengan megah menyangga gedung mesjib yang sangat luas. Perjalanan team survey selanjutnya menuju Asta Tinggi (Makam raja-raja Sumenep), Suasana mistik langsung terasa ketika team survey menginjakkan kakinya di pintu gerbang makam. Team survey diberi wejangan oleh penjaga makam lalu diantarkan untuk mengelilingi seluruh bagian makam, Wangi bunga mulai tercium dengan semerbak. Team survey saling sikut dan merapat saling mendahului. Setelah sukses melewati suasana mistis, team survey berjalan pulang.
Sampai pusat kota team survey menghemtikan laju sepedanya. ” Ayok ngopi dulu? Masa jam segini pulang?”. Setelah beberapa kali mengelilingi taman Adipura Sumenep akhirnya team survey menemukan tempat yang nyaman untuk nongkrong. Setelah puas ngobrol ngalor-ngidul team survey pulang kepenginapan untuk merangkai mimpi indah dan terbangun di esok hari untuk melanjutkan perjalanannya.
Minggu (25/4) team survey memulai aktifitasnya dengan sholat subuh. Setelah sarapan team survey langsung berpamitan pada tuan rumah untuk pulang. Team survey lansung menuju Pantai Lombang Sumenep. Kisah nyasar team survey kembali membuka bab baru dan kali ini yang jadi korban adalah Rubi dan Yudi. Emosi mulai memuncak ditambah terik matahari yang bersinar terang setelah terjadi hujan semakin membuat darah naik ke ubun-ubun. Alung yang bertugas menyusul Rubi memberi kabar lewat telfon. ” Target ditemukan 2X. Mission complex, The next level”. Ucapnya. Karuan saja suasana yang semula kaku berubah menjadi gelak tawa yang terbahak-bahak.
Sesampainya didesa Legung team survey dikejutkan oleh keadaan manusia pasir yang ternyata tidak sesuai dugaan.
Setelah puas berbincang-bincang dengan perangkat desa. Team survey langsung kearah Pantai Lombang karna jaraknya yang dekat dengan pesisir timur team survey langsung lurus tanpa melewati jalan utama. Ketika sampai ditempat parkir, ” Mas, Sampean lewat belakang ya tadi?”. Ucap tukang parkir yang langsung menghadang perjalanan team survey. Terbuanglah waktu sekian menit hanya untuk melayani ocehan tukang parkir yang meminta team survey membayar Rp. 5.000, tak ingin mendengar ocehannya lebih lama team survey langsung membayar sesuai yang diminta.
Perjalanan langsung menuju kerumahnya Musa, Jalan-jalan dipenuhi dengan genangan air karna memang saat itu tengah turun hujan deras. Sesampainya dirumah musa, lidah team survey langsung dimanjakan dengan berbagai hidangan yang mengundang selera. Puas menyantap hidangan, team survey menghabiskan malam di Api Tak kunjung Padam_salah satu icon wisata kota Pamekasan.
Paginya team survey langsung bersiap-siap pulang ke Malang, tapi perjalanan pulang baru ditempuh pada jam 11.00. Perjalanan pulang team survey masih dimanjakan dengan pemandangan laut yang sangat indah. Merasa lelah mengarungi perjalanan yang panjang team survey istirahat di Kabupaten Sampang bagian selatan. Bruaaaak,,,tiba- keasikan team survey dikagetkan ole suara benturan yang sangat keras, kontan team survey langsung berdiri melihat yang terjadi. Ternyata hanya sekian cm dari sepeda team survey tegeletak seorang bapak, darah segar mengalir dari tubuhnya sedangkan sepeda motor bapak tersebut terlempar dan hampir mengenai sepeda motor yang team survey parkir.
Kejadian tersebut sukses membuat team survey shok, perjalanan pulangpun team survey lebih banyak diam. Setelah melalui perjalanan yang panjang akhirnya team survey sampai di Malang dengan selamat pada jam 10 malam.( Mae_beih HMJF )
alung itu siapa? fanny haidir rahman itu siapa?
BalasHapusItu Alung Button
Hapus