Selasa, 24 Mei 2011

MAAFKAN AKU INDAH

Kuingin selamanya mencintai dirimu
Sampai saatku akan menutup mata dan hidupku
Kuingin selamanya ada disampingmu
Menyayangi dirimu
Sampai waktu kan memanggilku

Kuingin selamanya Ungu teralun merdu menemani kesendiranku. Perlahan kurasakan butiran bening mengalir dipipiku. ”Maafkan aku, aku harus memilihnya. Takkurasakan lagi getaran indah yang dulu kurasakan saat bersamamu. Maafkan aku” Ucapnya. 3 tahun lalu dia ucapkan kalimat itu tapi aku masih tak peduli. Aku ingin selalu mencintainya, Tak peduli dia milik siapa. Aaaah Dia,,,dia selalu berhasil menghilangkan keegoisanku.

Sesungguhnya kutak rela jika kau tetap bersama dirinya
Hempaskan cinta yang kuberi
Semampunya kumencoba tetap setia menjaga segalanya
Demi cinta yang tak pernah berakhir


Kejujuran hati dari Kerispatih menggantikan ungu yang telah berakhir. Hatiku makin teriris sepi, terlalu lama aku tersiksa dengan perasaan ini. Menjaga cinta yang mungkin takkan pernah kau sadari. Semakin lama aku hanya memelihara rasa yang semakin membunuhku. Aku masih sama seperti ketika dia ucapkan aku mencintaimu beberapa tahun lalu tapi sampai kapan?dia telah memilih orang lain untuk hidupnya.

Jadikan aku yang kedua
Buatlah diriku bahagia

Aku tersenyum mendengar suara Astrid lewat Jadikan Aku Yang kedua.
Apa yang dilukiskan oleh lagu itu?ikhlas menjadi yang kedua, kebodohan ataukah keegoisan?. Cekrik,,,Kudengar pintu perlahan dibuka. Aku menoleh sambil memamerkan senyum termanisku. ”Sayang,,,Kamu langsung kesini?Indah gimana?”Ucapku sambil mengambil tas kerja Vino. ”Gampanglah, Aku sudah bilang lembur sampai pagi kedia”Ucap Vino sambil masuk kekamar mandi. ”Ya udah kamu mandi dulu, aku bikinin kopi” Ucapku.

Teman takkan kupaksa kau maafkan
Diriku yang terlanjur bersalah
Hayalan maaf tulus darimu
takkan pernah kubuat lagi
Maafkan aku mencintai kekasihmu
Kekasihmu............


Ringtonenya Rebecca (Maafkan Aku Mencintai Kekasihmu) mengagetkan aku, Aku berlari kearah kamar. Siapa sih yang telfon?ga tau apa orang lagi sibuk?Makiku dalam hati.
”Ya hallo?Indah?ada apa?Tumben telfon?”Tanyaku bertubi-tubi, dadaku berdegup kencang.
”ya nih Mel, ga da kerjaan. Vino katanya masih lembur sampai pagi”Ucap suara diseberang sana. Pelukan Vino dari belakang mengagetkan aku. Maafkan aku Indah,Ucapku dalam hati. Aku tak pernah merelakannya menikah denganmu 3 tahun lalu.
Maafkan aku.....

NABILA

Alam sekeliling tiba-tiba terasa berputar. Umi menatapku dengan pandangan kosong, aku semakin menunduk perasaan bersalah kian menghantuiku. Maafkan aku Umi, bisikku dalam hati
“Sayang, turutilah apa kata Abi. Semua itu demi kebaikanmu, percayalah sama Umi”Ucap Umi sambil membelai rambutku
“Ga, Mi. Aku tidak mencintai ustad itu,yang aku cintai Dito Mi.Umi tau itu kan?”
Ucapku menolak permintaan Umi
Abi tau aku tidak mungkin menikah dalam usia semuda ini-20 tahun,masih banyak yang ingin aku capai tapi Abi tidak peduli dia tetap bersikeras menjodohkanku dengan ustad Irfan dengan alasan Dito bukan lelaki yang baik.
“Abi tau dari mana Dito ga baik Bi?Abi kan belum kenal dia?”Ucapku dengan
suara tertahan
“Sudahlah Bil, tidak perlu membantah apa yang Abi ucapkan”
Selalu seperti itu Abi tidak pernah mau mendengarkan ucapanku. Aku berlari kekamarku percuma ngomong sama Abi.
Sepulang kuliah aku bergegas kerumah Dito, ada banyak hal yang ingin kuceritakan padanya.
“Nabila?Tumben kesini?Tanya Dito
“lagi sumpek dirumah”Ucapku

Perlahan kucoba mengangkat kepalaku, kulihat mata Umi mulai berair.
“Umi maafkan Bila, Bila tau Bila salah Mi”Ucapku sambil menahan tangis
“Sudahlah, Semua sudah terlanjur” Ucap Umi

Sepulang dari rumah Dito, aku langsung masuk kamar. Air mata yang kutahan sejak tadi mengalir. Tak kusangka Dito tega merebut kesucianku. Ternyata benar kata Abi, Dito bukan lelaki yang baik.
“Sayang kamu kenapa, Aku lihat sejak seminggu ini mukamu pucat?”Ucap Umi pagi itu.
“Ga papa Mi, Cuma lagi kecapean aja”Ucapku berbohong

Huek, huek
Aku buru-buru kekamar mandi.
“Sayang, kamu kenapa?ga mungkin kamu masuk angin tiap hari apalagi cuma kecapean. Jangan bilang kau hamil” Ucap Umi
“Maafkan Bila Mi”Ucapku
“apa?Bila hamil?”Teriak Abi dari belakang.
Aku berlari kearah Abi. “Maafkan aku Bi” Ucapku sambil terisak
Kulihat Abi memegang dada.
“Bila”ucap Abi lirih

“Kami sudah berusaha tapi takdir berkata lain”Ucap dokter itu
Alam sekeliling tiba-tiba terasa berputar. Umi menatapku dengan pandangan kosong, aku semakin menunduk perasaan bersalah kian menghantuiku. Maafkan aku Umi, bisikku dalam hati

BOCAH DALAM BUS

Bus jurusan Malang-Surabaya masih terlihat sesak seperti biasanya, suara sumbang pengamen menemani penumpang yang lelah mengikuti arus kehidupan kota dan pedagang berjejal berebut menjajakan dagangannya. Rini seperti biasa hanya tersenyum sinis pada pengamen dan pedagang. mengganggu saja, ucap Rini dalam hati.
“ikhlas dari kalian, halal bagi kami” Ucap seorang bocah setelah menyanyikan lagu yang menceritaka pahitnya hidup anak jalanan. Menjual cerita bohong demi mendapatkan uang, Pikir Rini.
“Mbak recehnya”.Ucap pengamen mengganggu ketenangan tidurku yang baru sejenak. “ga ada”. Jawabku ketus. Kuedarkan pandanganku kesetiap sudut bus masih kulihat bocah tadi terduduk dipojok bus.
“Terminal Bungur, Terminal terakhir” Ucap kondektur. Aku buru-buru turun kepenatan bus membuatku ingin lebih cepat sampai dirumah.
“Mbak, tunggu” Teriak bocah itu, Aku makin mempercepat langkahku, tak kupedulikan teriakan anak itu yang semakin sayup kudengar.

“Sumpah dengan kejadian ini aku semakin benci sama pengamen dan pedagang dalam bis” Ucapku berapi-api setelah menceritakan tragedi hilangnya dompetku 2 bulan yang lalu pada sahabatku-Fika
“Tapi kan belum tentu mereka yang ngambil Rin” Ucap Fika, selalu jawaban yang sama tiap aku menceritakan kejadian itu. “siapa tau jatuh dijalan” Tambahnya.
“Tapi aku yakin banget ko kalo mereka yang ngambil” Ucapku ngotot

Syang, kpan plang?
kan dah 2Bln g plang
ma2 kngen
Sms dari mama, selalu seperti itu. Padahal baru 2 bulan udah disuruh pulang. pikirku

Rini jg kngn m ma2
Insya allah sbtu bsok
Rini plag ko.

“Mama sms, aku disuruh pulang. Kamu ikut ya sabtu besok?” Ucapku pada Fika
“Insya allah” Jawabnya

Ditengah perjalanan seorang bocah masuk kedalam bus. Anak yang waktu itu, pikirku. Seperti biasa setelah bernyanyi anak itu berjalan menyodorkan topi bututnya.
Tiba-tiba anak itu memandangku begitu lekat.
“Mbak,Tunggu” Terdengar suara dari belakang
“Rin, kayaknya ada yang manggil kamu” Ucap Fika sambil menoleh
“Biarin aja, Paling orang iseng” Ucapku
“Rini Tunggu, pengamen dalam bus tadi mengejar kita”Ucap Fika.
”Siapa tau dia punya perlu” Tambah Fika sambil menarik lenganku
“Mbak, ini kayaknya dompet mbak yang terjatuh 2 bulan lalu” Ucap anak itu
Aku terpesona masih belum menyadari apa yang terjadi. Tanpa terasa air mataku menetes
Mengingat sikapku selama ini.

“Mbak ngapain senyum-senyum” Ucap Rifki, bocah pengamen yang menemukan dompertku 5 tahun yang lalu. Setelah kejadian itu aku meminta mama untuk mengadopsinya sebagai adik angkatku dan sekarang Rifki Sudah sekolah kelas 3 SMA
“Mbak ga papa ko, cepet gih ganti baju habis itu makan”. Ucapku.

AYAH DIRUMAHKU Oleh: Mae_beih

“Ma, kenapa mama harus nikah lagi?Apa mama ga sayang Ana ma Angga? Rutukku dalam kesunyian malam. Malam itu aku menangis dan menangis hingga kantuk menghampiriku.
Beberapa hari yang lalu mama melangsungkan pernikahannya dengan lelaki yang bernama Herman, lelaki terkaya dikotaku. Entah dari mana asalnya mama bisa berpikiran untuk menikah lagi. Padahal sejak papa pergi dengan wanita lain 10 tahun yang lalu mama tidak pernah terlihat kesepian. Mungkin mama lelah merawat aku dan Angga seorang diri, tapi apa harus menikah lagi untuk menghilangkan kelelahannya?.

Herman melangkah kearah meja makan, sekilas kulihat senyumnya untuk mama. Senyum yang kubenci. “An, ditambah lagi dong makannya” Ucap mama mengagetkanku. “Udah ma, udah kenyang” Jawabku tanpa semangat. “Udah ya ma?aku berangkat dulu, yuuk Ga”Ucapku pada adikku.
Diperjalanaan tak banyak yang kukatakan padahal biasanya saat-saat seperti ini kami paling suka main tebak-tebakan.
“Kak, kemarin papa marah-marah ma adik terus mukulin adik, katanya adik ga becus ngerawat burung dara peliharaannya papa”. Aku kaget tak kusangka orang itu begitu berani mukul adik aku. “Adik yang sabar ya? Nanti kakak cariin jalan keluar buat kita semua” Ucapku menghibur Angga. Brengsek rutukku dalam hati. Beraninya dia mukul adik,mugkin aku bisa bersabar saat dia menamparku ketika aku lupa mencuci bajunya tapi aku tak bisa bersabar kalau adik yang disakiti.
“ Ana,Angga? Ngapai kalian disitu?Masuk,,Dasar anak ga tau diri bukannya kerja malah maen” Bentak Herman
“Sebantar Pa, kami masih ngerapiin tanaman”Jawab adikku
Herman melangkah kearah kami, ada rasa takut menjalari seluruh tubuhku.
Dipungutnya sebatang kayu yang tergeletak didekat kaki adekku.
”Kalian mau melawan perintahku?” Tanyanya sambil memukulkan kayu itu kebetis kami nerdua. ”Ampun Pa, ampun ”Suara adikku memohon sambil menangis. Kutahan rasa sakit ini demi melindungi adikku.
”Pa, hentikan” Teriak mama tergopoh-gopoh dari dalam rumah. ”Apa yang Papa lakukan?”. Tanya mama sembari mengelus kepala kami.
”Cuma sekedar memberi sedikit pelejaran kepada mereka berdua agar tidak membantah perintah orang tua” Jawabnya
”Maafkan papa kalian ya? Mungkin dia lagi stres karena perusahaan bangkrut”.
Ucapnya sambil memapah tubuhku dan Dirga kedalam rumah. ”Gapapa ko ma,mungkin tadi emang salah Ana makanya papa marah”. Ujarku manahan sakit.
Aku tak tega ngomong sejujurnya ma mama, Aku tak ingin dia merasa terbebani dengan ini semua. Aku tak ingin membuat mama tertekan karna lelaki pilahannya ternyata bukan lelaki yang baik.

Sakit ditubuhku masih sangat terasa, kutahan sakitnya. Kuseret langkahku menuju kamar Angga. Perlahan kubuka kamar Angga, kulihat Angga tertelungkup,tubuhnya bergetar mungkin menahan isak tangisnya. ”Dek, maafin kakak y? kakak ga bisa ngelindungin adek” Kataku sambil duduk disisi ranjang Angga. Angga membalikkan badan. ”Ga kak, bukan salah kakak. Harusnya Angga yang ngelindungin kakak sebagai anak laki-laki bukan kakak” Jawabnya. Muka Angga memerah, kuelus dadanya berusaha menenangkan gemuruh didadanya.

Sore sepulang latihan basket, Kukudengar tangisan mama sambil berteriak, ”Hentikan,,,jangan sakiti dia”. Jantungku berdegup kencang, buru-buru kubuka pintu yang tak terkunci. Kulihat mama berusaha melepaskan tangan Herman dari leher Angga yang tampak tersengal-sengal. Herman mendorong tubuh mama hingga terlempar dan membentur tembok.
Aku berlari kearah Herman, mencoba melepaskan cekikannya. ”Pa, kumohon jangan sakiti Angga pa. Kalo papa marah pukul Ana saja, Ana mohon lepasin Angga pa,,”. Herman menatapku dengan tatapan tajam, dia lepaskan Angga. Kulihat mama memeluk Angga. ”Oh,,, Udah berani nantang ya sekarang???”. Tanyanya sambil memberikan bogem mentah padaku, Jelas aku kehilangan keseimbangan. ”Mau jadi pahlawan?” tanyanya sambil terus memukulku. ”Ampun pa” Mohonku, kurasan darah segar mengalir dari dahiku yang dibenturkan Herman ketembok.

Entah kenapa Herman berhenti memukuli tubuhku yang berlumuran darah. Tapi sebagai gantinya dia memukul Angga secara membabi buta. Mama menangis sambil merangkul Angga. Melihat Angga dan mama yang meringis kesakitan, tiba-tiba rasa sakitku hilang digantikan kemarahan yang meluap-luap. Kuedarkan pandangan kesekeliling ruangan, Kulihat pisau yang tergeletak dimeja makan.
”Hentikan biadab”. Teriakku sambil mengayunkan pisau yang kupegang, Herman tersentak kaget tapi sedetik kemudian dia menghindar dari pisau yang kuayunkan, sehingga hanya lengannya yang terluka. Herman berusaha mengambil pisau yang kupegang tapi secepat kilat aku arahkan pisau itu kedadanya, dalam sekejap baju Herman sudah berlumuran darah. Masih belum puas, aku tebaskan lagi pisau itu kearah bahunya.
Herman berlari keluar, dengan langkah terseok-seok Herman berlari sekuat tenaga.

Tiga hari kemudian Headline sebuah koran dijakarta menulis sebuah berita.

PENGUSAHA HANYUTKAN DIRI DI ANCOL
Seorang laki-laki ditemukan tewas dijembatan ancol. Laki-laki yang diduga bernama Herman Setyareja (35) tersebut diduga tewas bunuh diri dengan cara terjun dari jembatan ancol lantaran merasa frustasi karena beberapa bulan ysng lalu perusahaannya bangkrut.

TIPS MERAWAT DAN MENYIMPAN KAMERA

Bagi fotografer kamera merupakan senjata dalam berkarya, untuk itu perlu perawatan khusus agar senjata kita tetap ampuh dalam berperang, dibawah ini beberapa tips dalam merawat dan menyimpan kamera;
1. Simpan kamera ditempat yang sejuk. Bisa juga dengan membuat lemari kaca / kayu yang dipasangi lampu 5 watt, atur jarak lampu dan kamera kira-kira 40 CM agar suhu tetep sejuk. Letakkan silika gel agar kamera terhindar dari jamur
2. Bersihkan kamera sebelum disimpan, Pastikan posisi kamera tersimpan dalam keadaan benar. Lepaskan baterei kamera jika akan disimpan dalam waktu yang lama.
3. Hindarkan dari cahaya matahari yang berlebihan karena dapat merusak bagian karet dan elektronik kamera
4. Hindari dari kapur barus karena dapat merusak PBC (Printed Circuit Board) yaitu tempat tepasangnya chip elektronik kamera. Uap kapur barus juga dapat menimbulkan flek-flek pada lensa kamera.
5. Hindarkan dari air laut karena dapat menyebabkan kekaratan
6. Bersihkan kamera secara berkala. Untuk membersihkan body dan bagian luar lensa dapat digunakan lap halus khusus kamera, untuk depan lensa dan filter dapat digunakan tisu basah khusus pembersih lensa, untuk membersihan debu gunakan kuas halus, untuk bagian dalam kamera gunakan blower khusus kamera. Semua peralatan tersebut dapat dibeli di toko-toko kamera.
7. Servislah secara berkala ditempat servis kamera resmi

CATATAN PENA TEAM SURVEY SUMENEP

Sore itu (23/04) langit terlihat mendung sesekali rintik hujan menemani team survey yang sibuk menyiapkan keberangkatannya ke Sumenep Madura. Jam 16.00 team survey masih sibuk mencari kekurangan helm, muka ruwet dan ditekuk mulai terlihat karna waktu keberangkatan tak sesuai jadwal. Akhirnya jam 16.30 Doa dipanjatkan sebelum team survey berangkat membawa amanah dari panitia hunting besar sumenep.
Team survey berangkat dengan ditemani mendung yang bergelayut manja sore itu, perjalanan pun terasa semakin terburu-buru karna jarak yang masih jauh dan waktu yang semakin malam. Belum sampai setengah jam perjalanan Musawwir- salah satu team survey distop oleh polisi.” Mas, parkir sini mas” Ternyata cowok asli Madura yang biasa dipanggil Musa itu berhenti ditapal batas penyebrang ketika dilampu merah. Setelah melalui nego yang cukup rumit akhirnya Musa diijinkan melanjutkan perjalanan tapi sebagai gantinya uang senilai Rp. 30.000 melayang ketangan polisi yang menginginkan Musa menghadiri persidangan ( kayaknya bener nih apa yang mas alung bilang, ” Kayak ilmunya polisi ituloh, Kalo Bisa dipersulit ngapain dipermudah?” )
Perjalanan team survery diwarnai dengan guyuran hujan yang mengiringi dan beberapa kali nyasar ( Kalo pembelaan dari team survey sih katanya kalo ga nyasar dulu ga bakalan hafal jalannya, bener ga ya? Hehehe). Sampai dipertigaan Krian Surabaya, Fanny Haidir Rahman melajukan sepedanya kearah kiri sedangkan team survey yang lain kearah kanan jadilah team survey menunggu pria yang biasa dipanggil Alung itu yang ternyata nyasar. Beberapa menit kemudian Alung datang dengan wajah innosent dan senyum yang dibuat semanis mungkin.” Maaf sodara, q lagi error”. Lepas dari nyasarnya Alung ( hehehe ) Team survey melanjutkan perjalanan lagi. Jalan yang diambil adalah luruuuus tanpa belok-belokan, Tak berapa lama kemudian semua team survey menghentikan laju sepedanya. ” Eh mas, ko kita masuk perkampungan?”tanya rubi pada Alung. Kemudian Maya panggilan akrab dari Sumayyah angkat bicara. ” Perasaan dipertigaan depan tadi kalo ke Perak belok kanan” Ungkapnya sambil meringis karna setelah omongannya selesai Rubi langsung ngomel ”ko g ngomong dari tadi kalo tau”.
Team survey tetap kebingungan mencari jalan menuju perak meskipun telah keluar dari perkampungan dan mengikuti jalan yang ditunjuk oleh Maya ( Maklumlah jalan di Surabaya, terlalu banyak gang dan belokan ). Kalau sudah gini 5W + 1H sangat terasa manfaatnya, setalah beberapa kali tanya akhirnya team survey sampai juga dijalan kearah Jembatan Suramadu. Tapi di lampu merah perempatan Suramadu dan Kenjeran, Rubi mengambil jalan lurus ke Kenjeran ( Kayaknya emang dasarnya perjalanan team survey kali ini diakrabkan dengan orang2 yang kesasar). Jadilah Juwita Wahyu Ratnawati, pemegang kekuasaan tertinggi di kepengurusan HMJF ini mengomeli Rubi melalui telfon genggamnya.
Hubungan team survey dengan kesasar atau hilang arah rupanya tidak terputus sampai disitu, Sekarang giliran Maya yang ribet dengan jalan. Jalan lurus yang seharusnya ditempuh tiba-tiba dipotong oleh Maya, dia memilih jalan kearah kiri sontak team survey yang lain shok bin kaget karna yang tadinya jalan mulus beraspal tiba-tiba beralih ke jalan batu berlubang. Maya langsung menyuruh Musa berhenti dan balik arah.
Musa mulai nyeletuk ”kan dah kubilang tadi,disini bukan taspen. Taspennya masih jauh didepan”. Hehehe,,, Sorry sodara, q agak error. Maklum pengaruh malam. Ucapnya sambil nyengir kuda.
Bening matamu pancarkan kesedihan
Tak pernah terlihat selama ini.
Senyum pedihmu lukiskan......
Hidupku Hidupmu dari Zigas teralun merdu dari hpx Maya. ” ya, bentar lagi kita nyampe ko. Ni masih di Bangkalan” Ucapnya menjawab omelannya orang rumah, maklumlah waktu sudah berdentamg di anggka 11.00 tapi Maya dan team survey belum nyampe rumah. Imbas dari telfon itu ternyata bukan hanya bikin Maya tambah melek tapi juga bikin dia nunjuk jalan sembarangan. Jadilah team survey menerobos jalan searah. Karna itulah direktur yang biada dipanggil omen itu menunjukkan taringnya.
Hujan yang mengiringi team survey mulai dari Malang belum juga reda, malah semakin deras. Setelah melewati jalan yang sepi dan gelap selama sejam, akhirnya team survey sampai dirumahnya Maya.
Jam menunjukkan angka 12.08 ketika team survey menginjakkan kaki dihalaman rumahnya Maya. Lelah sudah sangat terasa, jadilah team survey langsung menyantap makanan yang disediakan oleh tuan rumah setelah ganti baju terlebih dahulu.

Perjalanan Team survey dihari kedua dimulai dari Maya’s house menuju Sumenep. Terik matahari semakin menyengat, team survey melajukan sepedanya dengan perlahan karna jalan yang sempit dan tidak rata. Tapi rasa lelah dan penat seperti terbayar karna disepanjang perjalanan team survey disuguhi pemandangan pantai yang sangat indah. Setelah melakukan 4 jam perjalanan akhirnya team survey sampai ditempat tujuan yaitu rumah dari salah satu anggota HMJF_Yudi anshori yang biasa dipanggil Yudi.
Kedatangan team survey disambut dengan guyuran hujan yang sangat deras, jadilah team survey tidur dengan suksesnya. Sore harinya barulah team survey berpetualang ke Asta Tinggi. Perjalanan pulang dari Asta tinggi, alam menyajikan sunset yang sangat indah kepada team survey. Jadilah selama penyebrangan itu team survey bernarsis-narsis ria (Emang pada dasarnya aja narsis). Petualangan dilanjutkan ke Mesjid Agung Sumenep, suasana syahdu menyelimuti mesjid yang dibangun oleh salah satu bupati sumenep tersebut. Pilar-pilar mesjid berdiri dengan megah menyangga gedung mesjib yang sangat luas. Perjalanan team survey selanjutnya menuju Asta Tinggi (Makam raja-raja Sumenep), Suasana mistik langsung terasa ketika team survey menginjakkan kakinya di pintu gerbang makam. Team survey diberi wejangan oleh penjaga makam lalu diantarkan untuk mengelilingi seluruh bagian makam, Wangi bunga mulai tercium dengan semerbak. Team survey saling sikut dan merapat saling mendahului. Setelah sukses melewati suasana mistis, team survey berjalan pulang.
Sampai pusat kota team survey menghemtikan laju sepedanya. ” Ayok ngopi dulu? Masa jam segini pulang?”. Setelah beberapa kali mengelilingi taman Adipura Sumenep akhirnya team survey menemukan tempat yang nyaman untuk nongkrong. Setelah puas ngobrol ngalor-ngidul team survey pulang kepenginapan untuk merangkai mimpi indah dan terbangun di esok hari untuk melanjutkan perjalanannya.
Minggu (25/4) team survey memulai aktifitasnya dengan sholat subuh. Setelah sarapan team survey langsung berpamitan pada tuan rumah untuk pulang. Team survey lansung menuju Pantai Lombang Sumenep. Kisah nyasar team survey kembali membuka bab baru dan kali ini yang jadi korban adalah Rubi dan Yudi. Emosi mulai memuncak ditambah terik matahari yang bersinar terang setelah terjadi hujan semakin membuat darah naik ke ubun-ubun. Alung yang bertugas menyusul Rubi memberi kabar lewat telfon. ” Target ditemukan 2X. Mission complex, The next level”. Ucapnya. Karuan saja suasana yang semula kaku berubah menjadi gelak tawa yang terbahak-bahak.
Sesampainya didesa Legung team survey dikejutkan oleh keadaan manusia pasir yang ternyata tidak sesuai dugaan.
Setelah puas berbincang-bincang dengan perangkat desa. Team survey langsung kearah Pantai Lombang karna jaraknya yang dekat dengan pesisir timur team survey langsung lurus tanpa melewati jalan utama. Ketika sampai ditempat parkir, ” Mas, Sampean lewat belakang ya tadi?”. Ucap tukang parkir yang langsung menghadang perjalanan team survey. Terbuanglah waktu sekian menit hanya untuk melayani ocehan tukang parkir yang meminta team survey membayar Rp. 5.000, tak ingin mendengar ocehannya lebih lama team survey langsung membayar sesuai yang diminta.
Perjalanan langsung menuju kerumahnya Musa, Jalan-jalan dipenuhi dengan genangan air karna memang saat itu tengah turun hujan deras. Sesampainya dirumah musa, lidah team survey langsung dimanjakan dengan berbagai hidangan yang mengundang selera. Puas menyantap hidangan, team survey menghabiskan malam di Api Tak kunjung Padam_salah satu icon wisata kota Pamekasan.
Paginya team survey langsung bersiap-siap pulang ke Malang, tapi perjalanan pulang baru ditempuh pada jam 11.00. Perjalanan pulang team survey masih dimanjakan dengan pemandangan laut yang sangat indah. Merasa lelah mengarungi perjalanan yang panjang team survey istirahat di Kabupaten Sampang bagian selatan. Bruaaaak,,,tiba- keasikan team survey dikagetkan ole suara benturan yang sangat keras, kontan team survey langsung berdiri melihat yang terjadi. Ternyata hanya sekian cm dari sepeda team survey tegeletak seorang bapak, darah segar mengalir dari tubuhnya sedangkan sepeda motor bapak tersebut terlempar dan hampir mengenai sepeda motor yang team survey parkir.
Kejadian tersebut sukses membuat team survey shok, perjalanan pulangpun team survey lebih banyak diam. Setelah melalui perjalanan yang panjang akhirnya team survey sampai di Malang dengan selamat pada jam 10 malam.( Mae_beih HMJF )

Senin, 23 Mei 2011

GURU SEBAGAI PROFESI

► Pengertian Guru
Menurut UU RI No. 14 Tahun 2005 (Undang-Undang Tentang Guru dan Dosen) guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
McLeod, (1989) berasumsi guru adalah seseorang yang pekerjaanya mengajar orang lain. Kata mengajar dapat kita tapsirkan misalnya :
1. Menularkan pengetahuan dan kebudayaan kepada orang lain (bersifat kognitip).
2. Melatih ketrampilan jasmani kepada orang lain (psikomotorik)
3. Menanamkan nilai dan keyakinan kepada orang lain (afektip)
Dalamprakteknya guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.
Jadi pengertian guru adalah tenaga pendidik yang pekerjaanya utamanya mengajar (UUSPN tahun 1989 Bab VII pasal 27 ayat 3)


► Pengertian Profesi
Profesi berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.
Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of education, ada 10 ciri khas suatu profesi, yaitu:
1. Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas
2. Suatu teknik intelektual
3. Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis
4. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi
5. Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan
6. Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri
7. Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggotanya
8. Pengakuan sebagai profesi
9. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi
10. Hubungan yang erat dengan profesi lain

► Guru Sebagai Profesi
Profesionalisme guru merupakan kondisi, arah, nilai, tujuan dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang yang menjadi mata pencaharian. Adapun guru profesional itu sendiri adalah guru yang berkualitas, berkompetensi, dan guru yang dikehendaki untuk mendatangkan prestasi belajar serta mampu mempengaruhi proses belajar mengajar siswa, yang nantinya akan menghasilkan prestasi belajar siswa yang lebih baik.
Seorang yang memiliki predikat professional memiliki ciri-ciri yang selalu melekat dalam pikirannya, dan tercermin dalam tingkah laku dari para professional. Ciri-ciri professional tersebut adalah sebagai berikut:
1.Disiplin
2.Berorientasi pada kualitas
3.Rajindan antusias
4.Berpikirpositif
5.Fleksibel
6.Rasional
7.Etis
8.Kompeten
9. Strategis
Semua ciri tersebut memiliki hubungan dengan kebiasaan kita sehari-hari. Jadi untuk menjadi seorang yang professional, kita harus merubah secara terus-menerus kebiasaan kita, mencapai yang lebih baik, dan lebih baik.

Mengingat tugas guru yang demikian kompleksnya, maka profesi ini memerlukan persyaratan khusus sebagai berikut:
1. Menuntut adanya keterampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam
2. Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang profesinya.
3. Menuntut tingkat pendidikan keguruan yang memadai.
4. Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakannya
5. Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupannya.
Dari beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa profesionalisme guru adalah bisa didasarkan kepada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2007 tentang Guru, dinyatakan bahwasanya salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru adalah kompetensi professional. Kompetensi profesional yang dimaksud dalam hal ini merupakan kemampuan guru dalam penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.
Yang dimaksud dengan penguasaan materi secara luas dan mendalam dalam hal ini termasuk penguasaan kemampuan akademik lainnya yang berperan sebagai pendukung profesionalisme Guru. Kemampuan akademik tersebut antara lain, memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu, jenjang dan jenis pendidikan yang sesuai.
Ada beberapa langkah strategis yang harus dilakukan dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru, yaitu :
1. Sertifikasi sebagai sebuah sarana
Tujuan sertifikasi guru adalah:
• Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen
• Pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional
• Meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan
• Meningkatkan martabat guru
• Meningkatkan profesionalitas guru
Adapun manfaat sertifikasi guru dapat dirinci sebagai berikut.
• Melindungi profesi guru dari praktik-praktik yang tidak kompeten, yang dapat merusak citra profesi guru.
• Melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak Berkualitas dan tidak profesional.
• Meningkatkan kesejahteraan guru
2. Perlunya perubahan paradigma
3. Jenjang karir yang jelas
4. Peningkatan kesejahteraan yang nyata
5. Gaji yang memadai.
6. Kurangi beban guru dari tugas-tugas administrasi yang sangat menyita waktu.
7. Pelatihan dan sarana