Bukan hanya pelangi tapi juga hitam ,,, memberi warna... seperti semburat kelabu dalam goresan senja Bukan hanya Putih tapi juga hitam,,, memberi kelam, semakin pekat semakin hitam
Sabtu, 30 Mei 2015
Berpura-puralah kamu tidak berasakan apa-apa atau berpura-puralah untuk tidak mendengar. Kamu tidak akan pernah menjadi bagian dari cerita itu, berhentilah. Ada perasaan lain yang dijaganya sekian lama, ada hati lain yang memilikinya sejak lama. Berhentilah, sebelum langkahmu semakin jauh dan kamu semakin kesulitan untuk mencari jalan keluar. Hapuslah keinginanmu, hapuslah sebersit rasa yang sedang mengganggumu dan berpura-puralah untuk tetap tenang. Karena dia, kamu dan cerita yang ingin kamu tuluskan tidak harus terjadi, tidak harus benar-benar ada. Berpura-puralah bahwa sebersit saja tidak pernah terlintas bayangan itu, bahwa semalam saja tak pernah terlintas mimpi itu, bahwa sekejap saja tidak pernah terlintas wajah itu. Tolong berpura-puralah.
Berpura-puralah
Berpura-puralah kamu tidak berasakan apa-apa atau berpura-puralah untuk tidak mendengar. Kamu tidak akan pernah menjadi bagian dari cerita itu, berhentilah. Ada perasaan lain yang dijaganya sekian lama, ada hati lain yang memilikinya sejak lama. Berhentilah, sebelum langkahmu semakin jauh dan kamu semakin kesulitan untuk mencari jalan keluar. Hapuslah keinginanmu, hapuslah sebersit rasa yang sedang mengganggumu dan berpura-puralah untuk tetap tenang. Karena dia, kamu dan cerita yang ingin kamu tuluskan tidak harus terjadi, tidak harus benar-benar ada. Berpura-puralah bahwa sebersit saja tidak pernah terlintas bayangan itu, bahwa semalam saja tak pernah terlintas mimpi itu, bahwa sekejap saja tidak pernah terlintas wajah itu. Tolong berpura-puralah.
Rabu, 27 Mei 2015
Maaf aku mengeluh
Ada yang ingin aku ceritakan meski bukan tentang kebahagiaan.
Bagaimana aku bisa menahan setiap keluhan dan menjadikannya tawa?
Aku hanyalah aku yang tentu saja kadang masih tersemburat kecewa.
Aku memakai topeng itu setiap harinya, tersenyum senang diantara kepahitan, tertawa riang diantara luka.
Aku tak ingin siapapun tau, aku tak ingin siapapun bertanya bahkan tentang semburat sedih itu.
Aku hanya ingin menahannya, hanya ingin menyembunyikannya.
Biarkan hanya aku yang tau bahwa minpi mimpi malamku masih saja mengganggu, masih saja menyebalkan.
Biarkan cuma aku yang tau dan yang lain hanya bisa menebak.
Ah tuhan, maafkan keluhanku.
Bagaimana aku bisa menahan setiap keluhan dan menjadikannya tawa?
Aku hanyalah aku yang tentu saja kadang masih tersemburat kecewa.
Aku memakai topeng itu setiap harinya, tersenyum senang diantara kepahitan, tertawa riang diantara luka.
Aku tak ingin siapapun tau, aku tak ingin siapapun bertanya bahkan tentang semburat sedih itu.
Aku hanya ingin menahannya, hanya ingin menyembunyikannya.
Biarkan hanya aku yang tau bahwa minpi mimpi malamku masih saja mengganggu, masih saja menyebalkan.
Biarkan cuma aku yang tau dan yang lain hanya bisa menebak.
Ah tuhan, maafkan keluhanku.
Langganan:
Postingan (Atom)