Ada yang ingin aku ceritakan meski bukan tentang kebahagiaan.
Bagaimana aku bisa menahan setiap keluhan dan menjadikannya tawa?
Aku hanyalah aku yang tentu saja kadang masih tersemburat kecewa.
Aku memakai topeng itu setiap harinya, tersenyum senang diantara kepahitan, tertawa riang diantara luka.
Aku tak ingin siapapun tau, aku tak ingin siapapun bertanya bahkan tentang semburat sedih itu.
Aku hanya ingin menahannya, hanya ingin menyembunyikannya.
Biarkan hanya aku yang tau bahwa minpi mimpi malamku masih saja mengganggu, masih saja menyebalkan.
Biarkan cuma aku yang tau dan yang lain hanya bisa menebak.
Ah tuhan, maafkan keluhanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar