Sabtu, 19 November 2011

BROMO HEBOH

Kalau banyak orang yang bilang anak fotografi identikdengan jalan-jalan mungkin bukan hanya isapan jempol belaka. Tujuan Mbolang anggota Himpunan Mahasiswa Jurnalistk dan Fotografi (HMJF) Universitas Kanjuruhan Malang kali ini adalah Gunung Bromo. Tujuan awal sebenarnya untuk menghadiri salah satu anggota HMJF Leli Meivilina yang melangsungkan akad nikah (kalau istilah jawanya sih Bowo). Sekitar jam 16.00 WIB sepuluh anggota HMJF memulai perjalanan, agak meleset dari rencana awal yang seharusnya berangkat jam 13.00 WIB. Doa bersama dilakukan sebelum memulai perjalanan. Sekitar jam 18.30 WIB, kami sampai ditempat tujuan, langkah pertama yang kami lakukan disana mencari penginapan dan sholat. Hawa dingin yang identik dengan Gunung bromo mulai terasa. Mie rebus dan susu hangatpun sukses jadi menu penghangat tubuh malam itu. Meskipun susu tanpa gula, tapi terasa nikmat.
 
Aksi rebutan tempat tidur sempat mewarnai keriuhan canda tawa kami. Meskipun akhirnya semua tertidur diatas kasur yang tersedia (aneh,,,,ngapain pake acara rebutan kalo gitu?). pada jam 02.00 pagi tiba-tiba adzan berkumandang, semua mimpi indah yang kami alami sontak menghilang. Aksi protes pun langsung dilayangkan, setelah tahu itu adzan dari alarm hp Khudori salah satu anggota HMJF. “Heh,, kan udah perjanjian kemaren mo bngun jam segini! Katanya mau kepuncak?” Seru Khudori membela diri, tapi suaranya seperti terbawa angin seiring terdengarnya dengkur kami yang kembali melanjutkan mimpi yang sempat tertunda.

Akhirnya, perjalanan ke puncak baru bias ditempuh sekitar jam 03.00 pagi. Menggigil, tangan membeku dan hidung berair pun kami alami pagi itu. “Hem,,, kayak didalam kulkas ya!!!” kami saling bergumam. Semua seperti terbayar lunas ketika sunrise mulai terlihat. Kombinasi warna kelabu, biru dan kuning memanjakan mata selama beberapa saat, aksi rebutan angle terbagus sempat mewarnai acar jeprat-jepret kami pagi itu (maklum,,, anak fotografi selalu haus dengan momen yang tidak biasa). Setelah lelah berebut tempat dengan para turis, semua turun mencari tempat yang tidak kalah bagus anglenya dengan dipuncak. Rupanya semua tidak mau ketinggalan, para turis itu juga bergantian mengikuti langkah kami. Kami bergegas merekam lukisan alam yang sangat indah. (Mae_beih)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar